Teman
kecilku
Suasana begitu gelap di tambah lagi hawa dingin
yang begitu mencekram.
nilam berada di perjalanan bersama tiga orang sahabatnya yang selalu
setia menemaninya .
intan,devi,dan santi sebut saja mereka begitu....
ini merupakan liburan pertama nilam,setelah sepuluh tahun nilam
beranjak pergi dari desa ini....
Tak ada yang berubah dari desa ini,begitu
pula perasaan nilam yang selalu memimpikan agar pulang ke desa ini lagi.....
waktu terus berputar tak terasa sudah 2 jam mereka berjalan,meski
terasa lelah tak ada jalan lain menuju desa itu selain melewati jalan setapak
ini......
''uh ....dingin banget sih hawanya,kalian ngerasain juga
gak..? " keluh devi
"kirain kamu doing yang ngerasain,udah deh ga usah pke ngelu gitu...
ntar lagi juga sampe di rumah nilam,,
nilam aja diem_diem ga cerewet kyak kamu vi.." timpal santi
“ ya ya deh san, jangan judes
gitu, ntar gak ada cowok yang mau l ho“jawab devi
“huufft…dasar rese”
nilam hanya menggelengkan kepala melihat ulah
teman-temannya...
Tiba-tiba ada sesuatu di kaki nilam,
dingin sekali,
mungkin segumpal lumpur,,,
nilam tolehkan matanya ke arah bawah...
"Astaga.....
Ada segumpal kotoran kerbau di kaki nilam…
semua teman nilam tertawa terbahak-bahak
"kok bisa terinjak taik kerbau sih?" tanya intan
"gimana nggak keinjek kotoran kerbau,ngeliat jalan aja
susah" jawab nilam
***
Matahari mulai menampakan
wujudnya, gundah gelisah pun semakin terasa,
apalagi saat nilam melihat kakinya yang terlumuri kotoran kerbau....
bauk, jijik, malu, bercampur aduk dalam diri nilam,,
bersama ke 3 orang temannya nilam berusaha mencari sumur untuk
membersihkan kaki nilam
dan ahirnya mereka menemukan sebuah kamar mandi dengan tak berfikir
panjang nilam pun secepatnya berlari ke arah kamar mandi tersebut..
saat nilam membuka pintu kamar mandi itu
sungguh tak terduga…
"Aaaakkk" jerit nilam sambil menutup kamar mandi
itu kembali
"ada apa nilam?" tanya santy
Ada orang yang mandi di dalam"
semua teman-teman nilam kembali tertawa malahan
kali ini lebih parah dari sebelumnya..
"Ada-ada aja kamu nilam,
tadi kamu kena kotoran kerbau,
sekarang kamu ngintip orang mandi..
kamu cocok jadi pelawak..." ledek devi
"aku juga ga mau kya gni …
huuuuft”
Tak lama kemudian,muncul lah seseorang
yang keluar dari kamar mandi itu…
“WAW,
apa dia cowok yang aku intip
barusan..
ganteng banget” kata nilam dalam hati
mereka semua terheran kaku,mungkin bagi ke 4 cewek ABG ni,belom
pernah mereka menemukan cowok seganteng ini…
tp sayangnya cowok itu kelihatan tak senang melihat mereka..
"mau apa kalian di sini" bentak cowok itu
" maaf,,ta..di.. a..ku..ga senga..aja..aku cuma..mau num..pang
cu..ci ka..ki doang kok,,," jawab nilam terbatah-batah
" ow "
Dingin sekali cowo itu,sampai-sampai
mereka ber-4 pun tak berani menatap matanya …memang tak di pungkiri
ketampanannya menenggelamkan pikiran mereka, tp sikap dingin dia juga lah yang
membuat mereka tak bisa apa-apa…
siapa sebenarnya dia.....???
***
tak lama kemudian terdengar suara,sepertinya memanggil-manggil nama
nilam. Mereka mencoba mencari asal suara itu,
setelah beberapa saat muncullah seorang kakek tua memakai tongkat
dengan badan rentang,kulit keriput,serta senyuman ramahmemeluk nilam dan
berkata..
"Cucuku wes gede"
nilam pun terheran kaku,sungguh erat pelukan dari kakek itu
sampai-sampai nilam susah tuk bernafas.
"kek....ni..lam..gak bisa na..fas.." kata nilam sambil
terengas-engas
Mendengar perkataan cucunya,kakek itu pun segera melepaskan
pelukannya.
kakek itu membawa nilam dan teman-temannya kerumahnya,sesampai di
rumah kakeknya nilam,
“ wah enggak nyesel deh
perjalanan sejauh ini, kampung kamu indah banget nilam, aku bisa betah kayanya
disini ” kata devi sambil memasuki rumah kakek nilam
“ iya vie, makanya dari dulu
aku selalu kepingin bisa pulang lagi ke kampong ini, dan impian aku sekarnag
udah terujud “
“ terus kita habis ini kemana
lagi ? “ Tanya devi lagi
“ kita istirahat dulu ya,
capek banget ni semua badan “
“ bener tu vie ..mending kita
tidur atau makan dulu” samber intan
“ hore makan “ jawab devi lagi
“makan terus yang kamu
fikirin vie“ sambung santy
“masbuloh“
"sejuk sekali hawa pegunungan dan indahnya persawahan ini
membuatku tak ingin secepat-cepatnya pergi "pikir nilam
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk punggung nilam…
"Hai ngapaen kamu sendiri di sini? "
nilam sangat terkejut mendengar teguran itu,malah lebih terkejutnya
saat nilam tau yang menegurnya adalah cowok yang dia intip tadi pagi,nilam
tersenyum manis,
tiba-tiba cowok itu mengulurkan sebuah kalung padanya…
"Apa ini.?" tanya nilam
"Ini untukmu " jawab cowok itu
“masak? Benar, ini untukku”tersenyum dan seperti tak
percaya…
“mau nggak?”dengan nada dingin
“mau donk”
“yaudah sini aku pakein”
cowok itu pun memakaikan kalung itu pada nilam…
“nilam”kata cowok itu
“iya”sambil tersenyum kecil
Tiba-tiba cowok itu menggenggam tangan nilan kelihatanya dia ingin
mengatakan sesuatu pada nilam…
namun tiba-tiba dia menghilang...
"Bangun.......bangun"kata devi
nilam langsung terbangun ,
tak di duga, yang dia alami barusan hanyalah mimpi.....
"huft.....ganggu aja kamu vie"
"ini udah sore tau, kamu mandi gih sana.."
"iya..iya...cerewet"
Nilam langsung mengambil handuk di ruang tengah
dan langsung pergi untuk mandi,setelah selesai mandi dan ganti baju,
nilam langsung pergi ke belakang rumah kakeknya,
dia melihat sebuah bagasi tua, dia dekati bagasi itu,
pikiran nilam pun melambung tinggi tentang masa lalu..
"dulu aku dan dia selalu maen disini, gimana dia sekarang ya?
pasti udah banyak berubah”
Nilam mencoba membuka bagasi itu…
"wah ternyata nggak terkunci"
di buka pintu bagasi itu perlahan-lahan...
saat itu nilam melihat sebuah mobil tua di dalam bagasi itu…
"seprtinya masih bagus"
Pikiran nilam melambung
"andai aku bisa pake mobil ini..
lagian siapa sih yang nggak pengen nyetir mobil?
kemana-mana bisa duduk santai tanpa merasa panas,
yang penting kulit gak jadi hitam,
dandanan nggak rusak
plus bisa rame-rame jalan sama tmen-temen....."pikir nilam dalam hati...
***
Dengan tak berfikir panjang nilam kendarai mobil tua itu…
berangkatnya sih oke-oke aja ,namun kelancaran itu tak berlangsung
lama…
saat nilam ingin kembali ke rumah kakeknya itu,
secara tak sengaja nilam menabrak pagar milik tetangga yang rumahnya
tepat di belokan masuk ke gang rumah....
saat nilam akan membelok ada mobil sedan baguz berhenti
di epan gang,nilam pun terpesona dengan cowok yang duduk di belakang stir.
"waw cakep banget,,,
and mobilnya itu lho,kok ada yach…
mobil bagus gitu di desa kaya gini..?
kayaknya sia-sia kalo nggak di nikmati pemandangan kaya gini"pikir nilam
tapi karna itu nilam tak konsen lagi menyetir dan saat nilam
berusaha membelok stir mobil nilam copot...
"haaaah,,,,kok bisa gini sih..
dasar mobil tua.."
nilam pun semakin kesulitan untuk memberhentikan mobil,saat itu
nilam sangat panik..
mobil itu menabrak pagar milik tetangga kakek nilam,,...
tapi untungnya tak terjadi apa-apa pada nilam malah sebaliknya mobil
sedang keren itu malah mendatanginya..
***
tiba-tiba munculah seorang yang keluar
dari mobil itu...sungguh tak nilam duga,yang keluar dari mobil itu adalah cowok
yang nilam jumpai tadi pagi...
muka nilam menjadi merah padam,walau terasa kesakitan karna menabrak
pagar milik tetangga,nilam masih bisa tersenyum untuk cowok itu..
"kamu ga apa-apa..?"tanya cowo itu
"eh,,,,gak apa-apa kok,cuma trkilir doang, aduhh"jawab
nilam sambil menahan rasa sakit luka dikakinya…
cowo itu mengulurkan tangannya ke pada nilam sambil berkata
"kalo nggak bisa jalan gak usah di paksa,sini biar aku
gendong"
muka nilam semaki merah,
sungguh amburadul perasaan nilam kali ini,
tapi tak ada pilihan lain toh nilam memang tak bisa berjalan
sendiri...
Langkah demi langkah cowo itu berjalan dengan menggendong
nilam,
entah apa yang di pikirkan cowok itu?
apakah nilam menyusahkan?atau apa?
tapi perasaan nilam kali ini sangat senang ,dia tak kan pernah
melupakan saat-saat ini...
tapi kenapa nilam merasa tlah kenal sebelumnya dengan cowok
ini?
Lamunan nilam langsung pudar saat cowok itu bicara padanya
"eh...kalo nggak pande nyetir,
harusnya kamu gak perlu nyetir,
sekarang tanggung sendiri akibatnya"kata cowo itu dengan dingin..
nilam pun langsung menjawab
"tapi kalo gak mencoba mana kita tau bisa atau nggak lagian aku
udah pernah belajar nyetir mobil kok sebelumnya..?
"kamu tu kalo aku ngomong dengerin,
aku nggak mau kamu kenapa-kenapa”kata
cowok itu dengan nada yang lumayan tinggi
“Emangnya aku penting ya buat kamu…
sampai kamu takut aku kenapa-kenapa?”kata
nilam
“ngomong apa sih lu?”kata cowok itu
“nggak apa-apa kok” sembari menundukkan
mukanya
Sepanjang perjalanan nilam di gendong
oleh cowok itu hingga sampailah disebuah mobil sedan yang dilihat nilam sebelum
kecelakaan,
mereka pun masuk kedalam mobil dan
berbincang-bincang…
“ini mobil kamu”
“iya”
“bagus ya, oia aku belum tau nama kamu siapa?”
“Arya..” jawab cowok itu
“arya doank ya?’’
“iya”
“kamu tinggal disini juga?”
“he’em..”
“udah lama”
“udah”
“dulu aku tinggal disini juga”
“ow..”
“kamu tingal di lorong berapa”
“hallo ngomong donk, aku lagi nanya ni”
“di lorong lima dekat perbukitan itu”
“ow..dulu aku punya teman dekat yang tinggal di sana namanya anton”
“ow dia”
“kamu kenal sama dia?”dengan nada penasaran
“iya”
“dimana dia sekarng?”
“udah lama dia pergi ke amerika, ortunya pindah kesana”
“kamu serius,..”
“udah, orang kaya gitu aja kamu pikirin”
“apa maksud kamu ngomong kayak gitu?dia itu sahabat ku”jawab
nilam dengan nada tinggi
“Cuma sahabat?”Tanya arya
“tentu,dia sahabat terbaik yang aku miliki”
“apa sebegitu berartinya dia buat kamu?”
“dia sangat berarti buatku”
Arga tak tau harus berkata apa lagi,saat
dia dengar kata-kata nilam barusan…
Tiba-tiba arya menatap nilam dengan
tatapan yang mendalam, nilam pun ikut terdiam, arya terus menatap dalam-dalam
bola mata nilam, nilam merasa detakan jatungnya menjadi tak terkontrol lagi,
“kenapa
perasaan ini?”Tanya nilam dalam hati
“nilam” kata arya
“iya” jawab nilam
Semakin lama wajah
arya semakin dekat dengan nilam, entah bagaimana lagi perasaan nilam kali ini,
semakin amburadul saja, apalagi sepertinya arya ingin mencium nilam, meski
terasa beras bagi nilam namun nilam tidak mau kelewatan momen langka ini,
apalagi arya yang begitu tampan dimata nilam…
Namun tiba-tiba dia teringat bahwa ini
terlalu cepat dan dia tidak ingin arya mengaggap dia sebagai wanita muarahan…
“eh tunggu dulu, kita kan baru saja kenal”
“mkasudmu?”
“kamu mau menciumku kan?”
“aku Cuma mau bilang kalau kita udah sampai
,sekarang kamu turun gih”
“ow..”
“cepat turun”
“iya.. iya..”
Seturun nilam dari mobil,arya langsung
saja bergegas pergi,bahkan nilam tak sempat mengucapkan trima kasih padanya…
“siapa tadi itu lam?” Tanya santy
“bukan siapa-siapa kok” jawab nilam
“alah bohong aja tuh nilam…
cowok tadi itu mirip banget sama cowok ganteng yang kemaren kita
liat” sambung devi
“ih rese banget kamu vi” jawab nilam
“udah… udah jangan berantem terus”kata
santy
“devi tuh nyebelin, bukanya tolongin temennya lagi kesusahan malah
kaya gitu”
“iya deh maaf”
“emanknya ceritanya gimana kok kamu bisa sampe kayak gini?”Tanya
santy
“waduuhh…tapi untung aja kamu gak apa-apa”kata
santy
“bukan Cuma untung ,itu mah namanya nilam beruntung banget
bisa kenalan ama cowok ganteng”samber
devi
“uhhhh devi devi awas ya kamu”
***
Devi dan nilam pun
saling kejar-kejaran ,memang dari dulu hingga sekarang tingkah mereka berdua
tak pernah berubah, masih saja seperti anak kecil, devi yang jail serta nilam
yang sembrono selalu saja bertengkar karena hal sepele…bercandaan mereka kadang
berlebih-lebihan tidak jarang membuat
mereka berantem
beneran…
“jangan berantem mulu donk, cape tau liatin kalian gini terus”Teriak
intan
Namun nilam dan devi tidak sama sekali
mendengar perkataan intan, tiba-tiba terdengar terikan santy “ hai temen-temen ayuk makan,
kakek udah nunggu dibelakang tuh” sautan santy mulai
menghentikan cekcok antara mereka